Pendidikan Jasmani dan Jeterampilan
A.
Pendahuluan:
Kesehatan
adalah sesuatu yang mahal harganya dan itu termasuk pemberian Allah, dan itu
adalah nikmat yang tak terhingga dan taidak dapat dihitung oleh manusia. Tetapi
tekadang kesehatan tersebut tidak pernah diperhatikan dan dijaga oleh manusia.
Nikmat kesehatan adalah nikmat yang sangat di butuhkn dan penting bagi manusia,
maka Agama islam sangat menekankan kesehatan.
Islam
adalah agama yang sempurna, bahkan agama islam menjadi penyempurna agama-agama
sebelum islam, apapun dalam islam sudah di atur baik dari segi, ibadah,
mu’amalah semua di atur dalam agama islam, bahkan dalam islam pung
mengatur pendidikan jasmani dan keterampilan, islampun mengatur hal, tersebut
bahakan karena sangat sempurnanya islam.
Dalam
islam tidak hanya mengatur kesehatan jasmani, islam pun mengatur tentang
keterampilan, bahkan dalam hadis pun disebut kan untuk mengajarjkan anak anak
memamanag dan berenag, dan masih ada yanglainya, kal ini membuktikan bahwa
islam sangat peduli terhadap kesehatan jasmani dan keterampilan. Maka dari itu
dalam karya tulis ini akan dibahas tentang pendididkan jasmani dan keterampilan
menurut Al qur’an dan hadis.
Kesahatan
jasmani sangat urgen bagi manusia, bukan mengangapbhwa kesehatan jasmani itu
tidak penting, kesehatan rohanipun sangat penting pula, kesehatan jasmani
banyak sekali dicari oleh orang, bahkan sering kita jumpai bahwa banyak sekali
orang kaya yang kesulitan untuk mendapatakan kesehatan jasamani, mereka
memiliki harta benda, tetapi mereka tidak di beri kempatan untuk menikmatinya.
Isalam memang benar-benar agama yang sangat relevan bagi manusia, bukan hanya
kesehatan rohani saja yang di ataur oleh agama Isalam, kesehatan jasmanipun di
atur oleh agama islam. Begutu sempurnanya agama islam maka dikatakan sebagai
Rahmatal lil’alamin,
B.
Pengertian
Pendidikan
Pendidikan
menurut KBBI yaitu memelihara, memberilatihan. Pendidikan juga dikatakan
sebagai suatu proses terencana yang berusaha mengembangkan membina mengarah
potensi yang ada ada diri manusia.
Pada dasarnya manusia adalah mahluk pedagogic yaitu mahluk yang dapat di didik
dan dapat menerima Ilmu pengetahuan, maka dari itu pendidikan adalah hal yang
penting yang harus ada dalam kehidupan manusia.
Pendidikan
merupakan suatu proses berkelanjutan yang mengandung unsur-unsur pengajaran, latihan,
bimbingan dan pimpinan dengan tumpuan khas kepada pemindahan berbagai ilmu,
nilai agama dan budaya serta kemahiran yang berguna untuk diaplikasikan oleh
individu (pengajar atau pendidik) kepada individu yang memerlukan pendidikan
itu. Pendidkan sanagat luas cangkupanya jika dikaitkan dengan agama
islam, dalaam agama islam memang pendidikan yang harus dilakaukan pertama kali
adalah pendidikan mengel Allah, menamkan akidah pada anak, menanam kan Akhlak
yang bai pada anak.
Pendidikan
sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia tahun 2003 Bab
II pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pendidikan
agama Islam di sekolah mengajarkan berbagai jenis pelajaran yang mencakup
beberapa mata pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik, bahkan
seorang peserta didik harus mampu memahami ataupun menyerap pelajaran yang
diberikan pendidik. Pendidikan
merupakan suatu kebutuhan yang sangat urgen yang harus dipenuhi oleh seluruh
umat manusia. Dengan adanya pendidikan akan menjadikan umat manusia sebagai
individu yang memiliki sopan santun, akhlak dan moral yang baik dan
berketuhanan Yang Maha Esa.
Jadi dapat
ditarik pemahaman bahwa pendidikan adalah suatu proses yang dilakukan secara
kontinyu oleh seorang pendidik kepada peserta didik untuk merubah tingkah laku,
bakat keterampilan, kerah yang lebih baik dengan dogma dogma yang telalh ditetapkan. Dengan bertujauan
agar manusia menjadi manu sia yang patipurna. Pendidikan dikatakan suatu yang
snagt penting, karena dengan pendidikan manu sia dapat di
Kegiatan
pendidikan adalah kegiatan yang menjembatani antara kondisi-kondisi actual
dengan kondisi-kondisi ideal, dan ini berlangsung dalam satuan waktu tertentu
dan berbentuk dalam berbagai proses pendidikan yang merupakan serangkaian
kegiatan atau langkah-langkah yang digunakan untuk mengubah kondisi awal
peserta didik sebagai masukan menjadi kondisi ideal sebagia hasilnya . Untuk
lebih memperdalam pengtahuan tentang pendidikan ini, maka akan dikutibkan
beberapa difinisi pedidikan dari para ahli yang berkompeten dalam bidang ini,
Idealnya
pendidikan merupakan upaya membimbimbing dan memberdayakan potensi peserta
didik yang berlangsung secara kontinu sehingga menjadi manusia seutuhnya,
pendidikan juga bertujuan menjunjung tinggi dan memegang dengan teguh norma
agama dan kemanusiaa, norma persatuan bangsa, norma kerakyatan dan demokrasi
serta nilai-nilai keadilan sosial.
C.
Pengertian
Pendidikan Jasmani dan Keterampilan
Olahraga
adalah salah satu bidang kajian yang menarik untuk dikaji lebih mendalam,
sehingga banyak kalangan ilmuan dan peneliti yang mempunyai perhatian khususnya
terhadap upaya-upaya peningkatan kebugaran prestasi olahraga. Dari hasil survey
yang dilakukan oleh pusat kesegaran jasmani Depdiknas, bahwa hasil pembelajaran
jasmani di sekolah-sekolah secara umum hanya mampu memberikan efek kebugaran
jasmani kurang lebih sebesar 15% dari keseluruhan populasi siswa. Pembinaan
melalui pembibitan, pelatihan dan penelitian perlu dilakukan agar mampu
bersaing dalam segala aspek seperti sportivitas dalam setiap kejuaraan dan
mampu menghasilkan prestasi yang optimal
Pendidikan jasmani
merupakan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas fisik sebagai media utama
untuk mencapai tujuan pendidikan. Bentuk-bentuk aktivitas fisik yang lazim digunakan
oleh siswa akan sesuai dengan muatan yang tercantum dalam kurikulum adalah
bentuk gerakgerak olahraga sehingga pendidikan jasmani disekolah akan memuat
cabang-cabang olahraga dengan tujuan untuk mengembangkan pendidikan siswa.
Menurut Chares Bucher pendidikan jasmani adalah bagian yang tak terpisahkan
dengan proses pendidikan secara keseluruhan dan merupakan suatu usaha
pengembangan fisik, mental, emosi dan social seluruh masyarakat melalui
aktivitas fisik yang terpilih dalam rangka mencapai tujuan teresebut. Semertura
itu menurut Baley berpendapat bahwa pendidikan jasmani adalah suatu proses belajar, dan adaptsasi dari pengembangan organik, neuromuskular, intelektual, sosial,
kultural, emosional dan rasakeindahan yang merupakan hasil dari semangat
melakukan aktivitas jasmani. Sedangkan Moston dan Singer berpendapat bahwa
dalam pembelajaran pendidikan jasmani guru harus mengembangkan respon motorik,
interaksi sosial, pertumbuhan emosi dan melibatkan aspek intelektual.
Sedangkan pendidikan jasmani di Indonesia
telah diterjemahkan dalam bentuk yang lebih operasional. Menurut Depdiknas
Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara
keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugarill jasmani,
keterampilan gerak, keterampilan berplLjr kritis, keterampilan sosial,
penalaran, stabilitas emosional, tindakan molal, aspek polahidup sehat dan
pengerralan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olalraga dan kesehatan
terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan nasional.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara
keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani,
keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial,
penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan
kesehatan. Di dalam penyelengaraan pendidikan
sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, peranan
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan kesehatan adalah sangat penting, yang
memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman
belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang dilakukan secara
sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina,
sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.Pendidikan
jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan
fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran,
penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosionalsportivitas-spiritual-sosial),
serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan
dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Dengan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan, siswa akan memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya dengan
kesan pribadi yang menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif,
terampil, memiliki kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat dan memiliki
pengetahuan serta pemahaman terhadap gerak manusia. Disamping itu ada beberapa
Tujuan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang ingin dicapai dalam pembelajaran
pendidikan jasmani , olahraga dan kesehatan di sekolah yang harus mengacu pada
pengembangan pribadi manusia secara utuh, baik manusia sebagai makhluk
individu, makhluk susila dan makhluk religius.Dalam beberapa literatur
terdapat berbagai definisi tentang pendidikan jasmani yang bervariasi antara
satu dengan yang lainnya. Persamaan pandangan mengenai pendidikan jasmani
adalah terletak pada gerak jasmani. Dalam hal ini Supandi mengemukakan bahwa “pendidikan jasmani adalah
suatu aktivitas yang menggunakan fisik atau tubuh sebagai alat untuk mencapai
tujuan melalui aktivitas-aktivitas jasmani.”
Aktivitas
jasmani dalam pengertian ini dipaparkan sebagai kegiatan pelaku gerak untuk meningkatkan
keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif,
afektif, dan sosial. Aktivitas ini harus dipilih dan disesuaikan dengan tingkat
perkembangan pelaku. Melalui kegiatan keolahragaan diharapka pelaku atau
pengguna akan tumbuh dan berkembang secara sehat, dan segar jasmaninya, serta
dapat berkembang kepribadiannya agar lebih harmonis.
Manusia
adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan dibekali akal dan
potensi-potensi jasmani yang banyak dan berbeda
beda Allah SWT berfirman :
ª!$#ur
Nä3y_t÷zr&
.`ÏiB
ÈbqäÜç/
öNä3ÏF»yg¨Bé&
w
cqßJn=÷ès?
$\«øx©
@yèy_ur
ãNä3s9
yìôJ¡¡9$#
t»|Áö/F{$#ur
noyÏ«øùF{$#ur
öNä3ª=yès9
crãä3ô±s?
ÇÐÑÈ
Artinya:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui
sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu
bersyukur.(An-nahl :78)
Dari ayat di atas,
setidaknya terdapat tiga hal pembahasan yang berhubungan dengan pendidikan dan
pengajaran :
Pertama,
menjelaskan tentang asal kejadian manusia yang tidak mengetahui sesuatu apapun
ketika diciptakan, bagaikan kertas putih yang tidak ternodai apapun bila kita
tidak mengotorinya. Kedua, setelah Allah Swt. menjelaskan tentang
penciptaan manusia pertama kali yang tidak mengetahui apapun, kemudian Allah
Swt. memberikan kepada manusia potensi pembelajaran melalui kemampuan fisik
yakni pendengaran dan juga penglihatan serta memberikan juga kepada manusia
kemampuan psikis, yakni akal. Semua kemampuan tersebut harus dikembangkan dan
dibina melalui pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan ajaran Islam. Ketiga,
setelah Allah Swt. memberikan semua potensi tersebut kepada manusia, Allah Swt.
memerintah agar potensi tersebut digunakan untuk kebaiakan dan beribadah
kepad-Nya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.
Potensi
pembelajaran pada manusia dalam Al qur’an surat An-nahl :78 meliputi
aspek fisik (jasmani) yakni pendengaran dan penglihatan serta aspek psikis
yakni akal. Mendengar adalah menangkap bunyi-bunyi (suara) dengan indera
pendengaran dan suatu itu memelihara komunikasi vokal antara makhluk yang satu
dengan lainya. Bunyi berfungsi sebagai pendukung arti karena itulah maka
sebenarnya yang ditangkap atau didengar adalah artinya, bukan bunyi atau
suaranya. Penglihatan merupakan pembahasan yang paling besar dan luas
dalam psikologi, menurut obyeknya, masalah penglihatan digolongkan menjadi tiga
golongan, yaitu melihat bentuk, melihat dalam dan melihat warna.
Kondisi
umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran
organ-organ tubuh dan sendinya akan dapat mempengaruhi semangat dan intensitas
siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah akan dapat
menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya
pun kurang atau tidak berbekas. Untuk mempertahankan tonus dan jasmani agar
tetap bugar, siswa sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang
bergizi. selain itu, siswa juga dianjurkan memilih pola istirahat yang cukup
dan olah raga ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara tetap dan
berkesinambungan. Hal ini sangat penting untuk menjaga reaksi tonus dari hal
negatif dan merugikan semangat mental siswa itu sendiri.
Banyak
faktor aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas
perolehan pembelajaran siswa. Namun, diantara faktor-faktor psikis siswa yang
pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah : tingkat kecerdasan atau
inteligensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, dan motivasi siswa. Inteligensi
pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi
rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.
Jadi inteligensi bukan hanya persoalan kualitas otak saja, melainkan juga
kualitas organ-organ tubuh lainya. Sikap adalah gejala internal yang berdimensi
afektif berupa kecendrungan untuk mereaksi atau merespons dengan cara yang
relatif tetap terhadap obyek orang, barang, dan sebagainya, baik secara positif
ataupun negatif. Sikap (attitude) siswa yang positif terhadap seorang guru dan
mata pelajaran yang diampunya akan sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan
siswa dalam prestasi belajarnya, begitupun sebaliknya. Bakat diartikan sebagai
kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada
upaya pendidikan dan latihan. Minat (interest) adalah kecendrungan dan
kegairahan yang tinggi atau keingginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dapat
mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi
tertentu. Motivasi adalah keadaan internal organisme -baik manusia atauapun
hewan- yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam perkembangan, motivasi
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi
ekstrensik.
Dalam
surat Al qur’an surat An-nahl :78 diawali dengan dengan
kata lata'lamuna syai'an yakni tidak mengetahui sesuatu apapun, sebelum Allah
Swt. menciptakan bagi manusia pendengaran, penglihatan dan af'idah (hati, otak,
akal) manusia sama halnya dengan kertas putih yang tidak mengetahui apapun.
Melalui pendengaran, penglihatan dan af'idah manusia mulai mengalami proses
perkembangan seiring dengan bertambahnya pengetahuan mereka atas apa yang
mereka lihat melalui penglihatan dan atas apa yang mereka dengar melalui
pendengaran. Proses-proses perkembangan tersebut meliputi :
(1) Perkembangan motor (motor development) yakni proses perkembangan yang
progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak
(motor skill),(2) Perkembangan kognitif (cognitive development) yakni
perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau
kecerdasan otak anak,. (3) Perkembangan sosial dan moral (social and moral
development) yakni proses perkembangan mental yang berhubungan dengan
perubahan-perubahan cara anak berkomunikasi dengan orang lain, baik sebagai
individu maupun sebagai kelompok.
Islam
adalah agama yang sempurna segala sesuatu di atur oleh agama islam, bahkan
tentang pendidikan jasmani dak keterampilan islam juga mengatur hal tersebut,
islam memberikan kesehatan jasmani dan rohani, hanya Islam agama yang mengatur
sedetail itu,islam mengajarkan ollh raga yang sanat baik untuk kesehtaan, salah
satunya berenang, sudahtidak asing lagi manfaat renang pada zaman sekarang. Pendidkan
keterapilan dan jasmani, hal ini sebagai mana yang di sabdakan Rosul SAW:
أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ
بْنُ الْحَسَنِ الْقَاضِي ، نا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ
دُحَيْمٍ الشَّيْبَانِيُّ ، أنا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ
مُبَارَكٍ الْعَطَّارُ ، نا أَبِي ، حَدَّثَنِي قَيْسٌ ، عَنْ لَيْثٍ ، عَنْ
مُجَاهِدٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : ” عَلِّمُوا أَبْنَاءَكُمُ
السِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ ، وَالْمَرْأَةَ الْمِغْزَلَ ” ،
عُبَيْدٌ الْعَطَّارُ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ
Abu Bakr Ahmad bin Al Hasan Al Qadhi mengabarkan kepada
kami, Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Duhaim Asy Syaibani mengabarkan kepada
kami, Ahmad bin Ubaid bin Ishaq bin Mubarak Al ‘Athar mengabarkan kepada kami,
ayahku (Ubaid bin Ishaq) mengabarkan kepadaku, Qais menuturkan kepadaku, dari
Laits, dari Mujahid dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “ajarkanlah anak-anak kalian renang, melempar dan
ajari kaum wanita kalian memintal”. (Al Baihaqi berkata: ) Ubaid Al Athar
adalah perawi yang munkarul hadits.
Pada hadist tersebut
dijelaskan bawa rosul memerintahkan untuk mengajari generasi pnerus agar bias
renang, karena setrelah memlakukan bnyak penelitian atau riset ternyata rrenang
memiliki banyak manfaat untuk tubuh diataranya baik untuk pernapasan, baik
untuk tinggi badan dan masih bnyak lg yang lainya, nbahkan renangpun saat ini
renang menjadi cabang perlombaan sampai internasonal.
Tidak hanya renang islam mengajarkan tentang kesehatan jasmani
banyak sekali, diantaranya memanah, menah juga di anjurkan dalam islam, islam
memang agama yang sesuai dengan kebutuhan manusia, semua diatur oleh islam.
Memnah dianjurkan oleh nabi hal ini sebagaiman hadis Nabi Muhammad
SAW:
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ
مَعْرُوفٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ
أَبِي عَلِيٍّ ثُمَامَةَ بْنِ شُفَيٍّ، أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِر،
يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، يَقُولُ: "
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍق، أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ
الرَّمْيُ، أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ، أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ
" ( رواه مسلم ).
Artinya:…“Uqbah ibn Amir berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW.
bersabda ketika beliau sedang berada di atas minabar: Dan siapkanlah untuk
menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa
sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah! Ketahuilah bahwa sesungguhnya
kekuatan itu adalah memanah! Ketahuilah bahwa sesungguhnya kekuatan itu
adalah memanah!”
Setela ditelii
ternyata memanag aalah salah satu cabag olahraga yang diperhatikan joleh dunia.
Panahan merupakan salah satu cabang olahraga statis yang membutuhkan kondisi
fisik yang baik diantaranya kekuatan dan daya tahan khususnya pada otot tubuh
bagian atas. Pada saat melakukan teknik memanah terutama saat menarik tali
busur otot akan mengalami kotraksi isotonis, terutama pada tarikan awalan
(primary draw). Pada tarikan penuh, lengan yang menarik tali busur jari-jari
tangan harus sampai menyentuh dagu dan jari tangan tersebut menempel di bawah
dagu (anchoring) dan lengan yang menahan busur harus benar-benar terkunci
begitu juga lengan penarik sehingga terjadi kontraksi isometric.
Dengan demikian
otot-otot yang terlibat dalam menarik busur harus mendapat perhatian khusus
pada cabang olahraga panahan, karena otot-otot tersebut bekerja sangat ekstra
dalam menarik dan menahan beban dari busur yang cukup berat dan berlangsung
secara berulang-ulang dalam rangkaian gerakan memanah. Oleh karena itu,
otot-otot tersebut harus mempunyai kekuatan dan daya tahan agar mampu melakukan
gerakan menarik tali busur, agar tetap konsisten dan ajeg sesuai dengan poros
gerak. Otot-otot yang perlu dilatih dan dikembangkan dalam olahraga panahan
yaitu otot leher, otot bahu, otot trisep, otot lengan bawah, otot pergelangan
tangan, otot perut dan otot tungkai.
Disamping itu,
cabang olahraga panahan aktivitas ketepatan yang memerlukan ketelitian dan
konsentrasi. Pemanah harus mampu melakukan tindakan-tindakan yang tepat pada
setiap panah yang dilepaskan atau ditembakan. Dari pendapat tersebut, gerakan
memanah melibatkan segi anatomis terutama pada struktur lengan yang harus
lurus, agar beban dari busur ditopang oleh lengan penahan busur otot-otot
lengan tidak bekerja tidak terlalu berat dan menguraingi terjadinya
cidera.Apabila dalam sikap memanah lengan panahan busur sudah terbentuk dalam
satu garis lurus, gerakan memanah akan lebih efisien artinya tenaga yang
dikeluarkan pada saat menahan akan berkoordinasi dengan baik. Gerak efisen akan
membentuk gerak proposional artinya melakukan dengan ekonomis dan adanya
otomatisasi. Sebaliknya gerakan yang tidak efisien menimbulkan pemborosan
tenaga dan ketegangan yang berlebihan, akibatnya akan terjadi kelelahan fisik
lebih cepat, kelelahan psikis, rasa nyeri dan frustasi.
Kondisi fisik
merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pelaksanaan memanah,
semakin baik kondisi fisik maka konsentrasipun akan lebih baik dan semakin
tepat pula dalam membidik target. Dalam melakukan konsentrasi pada olahraga
panahan merupakan kemampuan untuk membidik sasaran secara akurat. Integrasi ini
sangat penting dalam olahraga panahan. Dalam hal ini kedua mata akan
memberitahukan di mana kapan saat akan melepaskan anak panah.
Panahan adalah
olahraga ketepatan sasaran, karena tujuannya menembak anak panah ke sasaran
setepat mungkin, olahraga panahan merupakan suatu olahraga yang mempunyai
karakteristik tersendiri dalam kelasnya, meskipun dalam perkembangannya kurang
diminati oleh masyarakat, akan tetapi olahraga ini cukup mampu berbicara dan
diperhitungkan oleh Negara lain di dunia.Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya
bidikan atau ketepatan yaitu kondisi fisik, konsentrasi dan teknik, teknik
memanah yang tepat dan benar sangat menunjang pencapaian prestasi panahan yang
optimal. Dengan dikuasainya teknik memanah yang tepat dan benar akan
memungkinkan keajegan (consistency) gerakan memanah baik dalam latihan maupun
kompetisi.
Kemampuan teknik yang tinggi sangat membantu dalam membidik sasaran target pada
olahraga panahan.
D.
SIMPULAN
Islam adalah
agama yang sangat empurna, agama yang menjelaskan semua aspek kehidupan
manausia, bahkan dalam aspek kesehatan jasmani dan keterampilan juga dibahas
dalam agama islam, Islam mengajarkan memanah dan berenag dalam pendidikan
jasmani, setelah diteliti maka dapat diketahui dapat manfaat yang sangat besar
dalam kesehatan, maka sudah tidak
diragukan lagi bahwa islam adalah agama rahmatallil’alamin
REFERENSI
Azhar
Ramadhana Sonjaya. “Pengaruh Metode Pendekatan Bermain Terhadap Partisipasi
Belajar Pendidikan Jasmani Pada Siswa Adaptif Tuna Grahita Ringan.” Jurnal
Perspektif 01, No. 01 (2017).
Firdaus, Anna. “Proses Pendidikan Anak
Untuk Mengenal Allah.” At-Talim 4 (2013).
Hartono. “Otonomi Pendidikan.” Potensia:
Jurnal Kependidikan Islam 14, No. 1 (2015): 51–66.
Haryanto, Haryanto. “Pendidikan Seumur
Hidup.” Al-Qalam 11, No. 2 (2016).
Junaidi, Said. “Kebermaknaan Mata Pelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Serta Permasalahanya.” Jurnal
Health And Sport 1, No. 1 (2010)..
Kususmawati Mpd, Mia, And Others.
“Analisis Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan Di Smp
Negeri Se Kota Bekasi.” Jurnal Fkip: Motion 2, No. 01 (2012)..
Muhsin, Ali. “Potensi Pembelajaran Fisik
Dan Psikis Dalam Al Qur’an Surat An-Nahl: 78 (Kajian Tafsir Pendidikan Islam).”
Prosiding Seminas 1, No. 2 (2012).
Susanto. “Pengaruh Latihan Sirkuit
Terhadap Peningkatan Kebugaran Jasmani Dan Ketepatan Membidik Panahan Pada Anak
Usia Dini.” Ta’allum 03, No. 02 (2015).
Thoyyib, M. “Pendidikan Agama Islam Dan
Multikulturalisme (Sumbangsih Agama Islam Dalam Membingkai Nkri).” Al
Hikmah: Jurnal Studi Keislaman 2, No. 1 (2012): .
Wahyudi, Dedi, And Tuti Alafiah. “Studi
Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences Dalam Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam.” Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam
8, No. 2 (2016).