"PROES PENELITIAN"
Proses yaitu
suatu rangkaian langkah-langkah sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah
atau mendapatkan jawaban dari suatu penelitian tertentu.[1] Proses
menurut KBBI adalah suatu rangkayan tindakan perbuatan atau pengelolaan, Dalam
artian lain proses di artikan sebagai pengolahan atau perubahan bahan-bahan
menjadi suatu hasil. Proses juga diartikan menjadi, mengubah sesuatu.[2]
Proses juga
diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan untuk mencapai hasil, maka dari
itu pendidikan juga dikatakan proses yang terrencana untuk mengembangkan,
mengarahkan, dan memelihara potensi manusia.[3]
Manusia pasti mengalami yang dinamakan proses, manusia sebagai khalifah dibumi
mengalami banyak proses, dari mulai sebelum dilahirkan sampai meninggal dunia,[4]
Dalam pendidikan
juga dikenal proses yaitu seorang peserta didik pasti mempunyai kecerdasan yang
berbeda-beda karena seseorang dilahirkan dalam keadaan bersih, suci atau fitrah
dan sudah memiliki keunikan tersendiri, dan bahkan bakatnya tersendiri yang
dari waktu ke waktu dapat ditumbuh kembangkan.[5]
Tetapi yang akan
dibahas dalam artikel ini adalah proses penelitian ilmiah. Sedangkan penelitian
Imiah adalah sutu kegiatan mengamati, yaag saling terkait, objektif, guna
mengamati suatu probel untuk mengetahui prinsip-prinsip yang mendasar dan
berlaku umum pada teori masalah tersebut. Setiap penelitan membahas objek kasus
study tertentu, Proses Penenelitian awal mulanya dikembangakan oleh Richard
Suchman untuk mengajarkan siswa tentang proses dalam meneliti danmenjelaskan
fenomena asing.[6]
Dalam proses pernelitian
ilmiah terdapat Problem/ masalah, kajiah hasil penelitian, lalu menjadi
kerangka teori, rumusan hipotesis penelitian, desain penelitian, pengumpulan
data, sajian data analisis data, dan yang terakhir adalah kesimpulan,
Problem atau
permasalahan adalah kesenjangan atau ketidak sesuaiyan antara kondisi yang diharapkan
dengan kondisi yang sedang terjadi. Permasalah yang dapat di teliti setidaknya
memiliki ciri ciri Actual, original, factual dan dapat dipecahkan.[7] Maka dari itu masalah yang akan di teliti
harus benar benar ada atau terjadi tidak boleh dibuat-buat maka dikenallah
istilah observasi dalam penelitian , Permaslahan (problem) menjadi poin utama
dalam penelitian, karena ini menjadi acuan penting dalam penelitian. Penelitian
diharapkan dapat memecahkan masalah atau problem tersebut, atau stidaknya dapat
menutupi atau memeper kecil maslah tersebut. Kajian hasil penelitian adalah
manfaat yang dapat diambil dari penelitian secara teoritis dan kritis. Setelah
mendapatkan problem maka problem tersebutdi kaji apa kah layak untuk menjadi
tema penelitian dan memenuhi aspek Actual, original, factual dan dapat
dipecahkan.
Kerangka teori
adalah suatu model atau cara yang menjelaskan tentang keterkaitan teori antara
factor-faktor penting yang telah jalas dalam suta masalah yang akan di teliti,
atau subuah batasan-batasan yang di gunakan dalam penelitian. Sedangkan arti
teori sendiri adalah pendapat yang didasarkan pada penelitian dan di dukung
oleh argumentasi-argumentasi. Maka dari itu teori dikatakan benar jika adanya
kesesuanya antara pernyataan argument/ pendapat dengan objek yang dituju.[8]
Kerangka teori ini sangat penting agar sebuah penelitian tersebut memiliki
landasan yang kokoh tidak hanya sekedar coba-coba.[9]
Karen jika tidak ada kerangka teori maka sebuah penelitian tidak memeiliki
batasan dan tiak terarah.
Hipotesis
penelitian adalah jawaban sementara dari penlitian yang kebenaranya harus di
uji secara empiris, hipotesis di anggap jawaban dari suatu masalah penelitian
yang secara teoritis di anggap sebagai kemungkinan paling tinggi.[10]
Dalam menyusun hipotesis seorang penelititi akan menetukan kemana arah
penelitian tersebut.[11]
Pengujian hipotesis yng akan di gunakan hendaknya menggunakan masalah dunia
nyata ang berasl dari fenomena yang terjadi di realita kehidupan sehari-hari.
Desain
penelitian adalah kerangka kerja yang digunakan dalam suatu penelitian, setiap
desain penelitian pada cabang ilmu memiliki ciri masing-masing tapi pada konsep
umumnya semuanya sama. tujuan penelitian mencakup tujuan oprasional, populasi
dan sampel, alat pengumpulan data, tehnik populasi data, tehnik alinalisi data
dan tehnik observasi data, observasi
aalah cara pengumpulan data, yang dicatat secara sistematis dan telilti tentang
geja,n gejala yng di amati, observasi dilkukan dengan cara mengikuti prosedur
yang telah di tentukan. Beberapa informasi hasil observasi meliputi tempat,
pelaku keiatan, objek, pelaku, peristiwa yang diamati. Alasan penelitian
melakukan observasi adalah menyajikan gambaran atau prilaku kejadian yang akan
di teliti, untuk menjawab pertanya untuk melakukan evaluasi melakaukan
pengukuran pada aspek tertentu melakukan umpan bali terhadap prilaku
tersebut. . Hasil dari observasi
penelitian memberika kontribusi yang penting dala ilmu pengetahuan.[12]
Penelitian pasti
akan berhubungan dengan pengumpulan data, dari pengumplan data tersebut dapat
kita peroleh kekurangan kelebihan serta persentase keberhasilan tentan apa yang
kita teliti. Istumen penelitian adalah alat yan di unaakn para peneliti untuk
mengumpukan data, istumen penelitian akan mencerminkan pelaksanaanya juga maka
instumen penelitian ini sering kali di sebut dengan tehnik penelitian.[13]
Kualitas data di tentukan oleh alat pengumulan data, oleh karenaan itu jika
alat pengumpulan data valid maka data yang akan di peroleh valid juga begitupun
sebaliknya.
Analisis data
adalah proses pengolahan dan
pemilah-milahan data yang telah didapat bedasarkan tingkat kebenaran dan
kepercayaan( validitas dan reliabilitas). Pada tahap ini terjadilah sistem pengguguran
data, maksudnya data yang kurang valid dan kurang reliabilitasnya dapat
digugurkan dan diganti dataseng benar benar valid atau dilengkapi subtitusi. Beberapa tujuan
dari analisis data antara lain mneganalisi data agar mudah difahamai, dan
membuat/ menarik kesimpulan mengenai
karakteristik poulasi yang iapat ari sampel data.
Pada tahap
analisis data merupakan tahapan yang kritis dalam penelitian, karena jika data
yang dikumpilkan salalah maka akan berdampak pada hasil penelitian juga.
Peneliti juga harus memnentukan pola penelitian mana yang akan digunakan,
apakah menggunakan pola penelitian stastistik atau non statistik, pola ini
dipilih sesuai dengan data yang di kumpulkan.
Penelitian yang
melelui proses penemuan problem, kajian problem, kerangka teori perumusan
hipotesis akan di akhiri dengan membuat sipulan.[14] Kesimpulan
merupakan urayan singkat dan sistematis yang menjelaskan hasil penelitian yang
di bahas. Atau dengan kata lain kesimpulan membahas hasil dari sutu penelitian
yang dibahas, penelitian hendaknya mencakup poin-poin penting dan menjawab atau
memecahkan prolem dari maslah yang di teliliti hingga terciptalah sebuah
penemuan. Atau disebut juga ambaran dari pencapaiyan suatu penelitian.
[1]
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Edisi 2 Cet 24
(Rajagrafindo Persada, 2013), 12.
[2] Sodiman Sodiman, “Menghadirkan Nilai-Nilai Spiritual Tasawuf Dalam
Proses Mendidik,” Al-Ta’dib 7, No. 2 (2014): 37.
[3] M. Thoyyib, “Pendidikan Agama Islam Dan Multikulturalisme
(Sumbangsih Agama Islam Dalam Membingkai Nkri),” Al Hikmah: Jurnal Studi
Keislaman 2, No. 1 (2012):45.
[4]
M. Alie Humaedi, “Proses Silang Budaya
Komunitas Muslim ‘Wong Lumpur’, Gresik,” Karsa: Jurnal Sosial Dan Budaya
Keislaman 21, No. 2 (2015): 221.
[5] Dedi Wahyudi and Tuti Alafiah, “Studi Penerapan Strategi
Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences Dalam Mata Pelajaran Pendidikan
Agama Islam,” MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam 8, no. 2 (2016):
275.
[6] A. Rasyid Ali, “Penelitian Ilmiah Dan Latihan Penelitian, Seni
Membuat Kesimpulan,” At-Talim 4 (2013): 48.
[8] Ahmad Atabik, “Teori Kebenaran Perspektif Filsafat Ilmu: Sebuah
Kerangka Untuk Memahami Konstruksi Pengetahuan Agama,” Fikrah: Jurnal Ilmu
Aqidah Dan Studi Keagamaan 2, No. 2 (2015): 258.
[11] Susie Harini, “Pengembangan Realistik Sebagai Pilihan Dalam
Peningkatkan Pemahaman Konsep Pengujian Hipotesis,” Iqtishoduna 5, No. 1
(2015): 100.






0 komentar:
Posting Komentar